Modul B

MODUL B: PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN

1.    Tujuan belajar

  1. Menilai validitas ET SDM K Bidang Pendayagunaan yang dilaporkan
  2. Mengusulkan ET dengan rancangan yang kuat (robust) jika tidak ada laporan ET SDM K Bidang Pendayagunaan
  3. Mengusulkan ET dengan rancangan yang kuat beserta usulan strategi komunikasi Tindak-Lanjut jika validitas dari ET SDM K Bidang Pendayagunaan yang dilaporkan rendah.
  4. Penyebaran Dokter Spesialis Pemerintah di Indonesia.

2.    Artikel evaluasi tindakan Sumber Daya Manusia Kesehatan

(hardcopy materi disediakan)

3.    Definisi kata-kata kunci

  1. Carrier path: gambaran tujuan urut-urutan posisi jabatan berdasarkan kompetensi, potensi, pengalaman kerja yang harusnya dijalani oleh seseorang individu pekerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan kualifikasi (serta aspirasi) dari pekerja yang ada.
  2. Compensation: suatu pendekatan sistematik untuk menentukan nilai ekonomi bagi pekerja sebagai pengganti performa kerja.
  3. Training: suatu proses penyesuaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan seorang pegawai dengan bidang tugasnya pada masa sekarang dengan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan tambahan sesuai dengan bidang pekerjaan yang sedang digelutinya.
  4. Deployment: penempatan SDM di area tertentu, sesuai dengan kebutuhan dan misi organisasi.
  5. Redeployment: pemindahan (pernarikan dan pendistribusian ulang) SDM dalam upaya untuk mendayagunakan SDM secara lebih efektif.

 Continuing education: konsep pendidikan yang berlangsung sepanjang hayat, termasuk dalam konsep ini adalah bentuk pelatihan.

4.    Teori atau preposisi

  1. a.    Penyebaran Dokter Spesialis Pemerintah di Indonesia.

Masalah distribusi SDM K masih terjadi di Indonesia sejak lama. Melalui berbagai temuan, penyebaran dokter di Indonesia masih timpang dan menyebabkan timbulnya berbagai masalah. Laporan Penyebaran Dokter Spesialis Pemerintah di Indonesia bertujuan menggambarkan pola penyebaran dokter spesialis di Indonesia berdasarkan data sekunder, mengidentifikasi penyebaran dokter di daerah tertentu sebagai contoh kasus, mengidentifikasi kebijakan yang melandasi penyebaran dokter spesialis di Indonesia.

Menggambarkan distribusi dokter spesialis dan kebijakan yang melandasinya dalam sistem kesehatan di Indonesia tidak mudah dilakukan karena perpindahan dokter yang dinamis. Laporan ini akan menggabungkan pendekatan teoritis bidang kebijakan dan manajemen, dengan tingkat analisis mulai dari individual dan organisasi. Laporan ini memberikan gambaran bagaimana kesenjangan yang terjadi dalam sistem distribusi dokter spesialis yang berlaku dalam sistem kesehatan di Indonesia.

Melalui perbaikan sistem distribusi dokter spesialis dapat dilakukan perbaikan kinerja pada tingkat individu, organisasi, dan sistem kesehatan.

5.    Assignment

  1. Peserta pelatihan mendapat penugasan untuk mencari artikel-artikel (diutamakan dari dalam negeri) untuk mengevaluasi tindakan SDM K Bidang Pendayagunaan.
  2. Menilai validitas ET SDM K Bidang Pendayagunaan yang dilaporkan:
  3. Mengusulkan ET dengan rancangan yang kuat (robust) jika tidak ada laporan ET SDM K Bidang Pendayagunaan
  4. Mengusulkan ET dengan rancangan yang kuat beserta usulan strategi komunikasi Tindak-Lanjut jika validitas dari ET SDM K Bidang Pendayagunaan yang dilaporkan rendah.
  5. a.    Penyebaran Dokter Spesialis Pemerintah di Indonesia.

6.    Referensi

i.     Distribusi dokter di Indonesia haril PUPNS (http://www.bppsdmk.depkes.go.id/)

ii.     Kepmenkes 508/MENKES/SK/IV/2007 tentang Penetapan Lama Penugasan dan Besaran Insentif bagi Tenaga Medis dan Bidan PTT yang Bertugas pada Sarana Pelayanan Kesehatan (Revisi KEPMENKES 132/MENKES/SK/III/2006 dan PERMENKES 312/MENKES/PER/IV/2006)

Comments are closed.